Para ulama -semoga Allah merahmati mereka- mengatakan, bahwa munculnya cinta itu karena 4 sebab, diantaranya:

Sebab Pertama: Fisik yang indah

Saya yakin, kita laki-laki menyukai wanita yang memiliki fisik indah, begitu juga sebaliknya. Fitrah manusia suka melihat sesuatu yang indah, misal pemandangan yang indah, mobil yang mewah.

Namun, cinta yang berdasarkan keindahan fisik maka tidak akan tahan lama, karena:

  • Keindahan itu sifatnya akan pudar.
  • Ketika melihat ada yang lebih indah.

Sebab Kedua: Keindahan yang Bersifat Maknawi (Sifat, Akhlak, Agama)

Kita tentu menyukai orang yang akhlaknya baik; senang membantu, sering senyum, shalatnya rajin, takwa. Sebab kedua ini biasanya lebih kekal daripada sebab pertama.

Sebab Ketiga: Berupa Jasa

Artinya, apabila ada orang banyak berbuat baik, maka tentunya kita akan mencintainya, itulah tabi’at manusia.

Sebab Keempat: Berupa fitrah.

Sebab ini sulit untuk ditolak, contoh: seorang ayah mencintai anaknya, suami yang cinta kepada ik istrinya, seorang anak kepada orangtuanya walaupun orangtua kita kafir, maka rasa cinta itu akan selalu tetap ada.

Inilah 4 macam sebab munculnya cinta. Dari 4 sebab ini yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu..

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, dari Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Wanita dinikahi karena 4 perkara; karena kecantikannya, hartanya, keturunannya, agamanya. Pilihlah yang memiliki agama, niscya kamu bahagia.” (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

Namun, terkadang ada wanita yang agamanya baik tetapi secara fisik kurang cantik, sehingga para ulama berbeda pendapat dalam hal mendahulukan apakah agama dulu atau kecantikan.

Imam Abu Hanifah lebih memilih kecantikan karena menurut beliau -semoga Allah merahmatinya- jika agama bisa dididik. Tujuan menikah adalah untuk menundukkan pandangan kita sehingga istri harus cantik.

Sebenarnya cantik dan ganteng memang perlu dan dibutuhkan. Sehingga Imam Ahmad memberikan tips: Pertama tanyakan kecantikannya dahulu baru kemudian tanyakan agamanya. Agar jika kita tolak adalah karena agamanya, bukan karena kecantikannya.

Cinta di dalam kehidupan adalah bagaikan garam di dalam sayur. Lalu apa saja yang menjadi jendela- jendela cinta? Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Jendela cinta itu adalah mata’’..

Kalau istilah orang Indonesia:

Dari mana datangnya lintah…
dari sawah turun ke kali…
Dari mana datangnya cinta…
dari mata turun ke hati.

Ketika kita melihat wanita yang cantik maka akan masuk ke hati sehingga kepikiran. apabila kepikiran terus, maka akan muncul niat. Dalam istilah awam: lihat..ingat.. pikat..ikat… sikat.

Tetapi dalam Islam tidak seperti itu caranya.

[Disalin dari buku Dahsyatnya Cinta Hal. 19-24, Oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, LC. Dicetak dan Disebarkan oleh percetakan Rumah Ilmu Diketik ulang oleh:  Muhammad Teguh N]

Topics #cinta